Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label bisnis anak muda

KUNCI DARI SEGALA KUNCI SAAT BERJUALAN

Pernahkan Anda merasakan hal-hal dibawah ini? - Promosi setiap hari, anehnya yang beli tidak ada sama sekali. :( Atau - Merasa memiliki produk bagus, tapi tidak ada orang yg tertarik, atau bahkan. - Sudah membuat penawaran sangat menarik, setelah penawarannya disebar, eh gak ada yang respon. Pernah? Atau sering mengalami? Ya saya paham. Saat jualan, ditolak sudah jadi resikonya. Tapi kalau jualan ditolak melulu artinya ada yg salah dg caranya :) Begini, Kesalahan dalam menjual sesuatu itu hanya 3 1. Menawarkan ke bukan target pasar 2. Salah cara menyampaikan penawaran 3. Terlalu buru2 closing sebelum adanya Trust. Jika salah target pasar, solusinya cari sampai ketemu. Jika salah dalam cara menyampaikan, belajar ilmunya. Masalahnya adalah yg terakhir. Ini adalah kesalahan banyak penjual. Pinginnya cepat jualan padahal prospeknya belum siap dijuali. Mau sehebat apapun teknik jualannya, setepat apapun target market...

Jualan Lebih Mudah Jika Paham Caranya | 0821-9603-4722 (Tsel)

Mungkin diantara kita pernah berfiikir, “Bagaimana caranya agar jualan laris manis yang bisa menghasilkan untung yang besar?” Tidak ada yang salah dengan berpikir seperti itu. Tapi yang salah adalah, ketika terlalu berpikir penjualan sehingga kita lupa kalau yang kita juali itu adalah manusia. Kita harus paham bahwa calon pembeli adalah manusia seperti kita sendiri. Pembeli juga manusia, punya hati, dan butuh kenyamanan. Makanya ketika jualan, jangan selalu berpikir closing, closing, target,target, uang, uang dan uang. Yang seharsunya dilakukan ketika jualan, adalah PIKIRKAN CALON PEMBELI ANDA.  Jika produk anda adalah solusi masalah mereka, tawarkan. Jika produk anda memang mereka butuhkan, jual. Jika produk anda bermanfaat buat mereka sodorkan. Tetapi, Jika mereka tidak butuh produk Anda, jangan dipaksa. Jika mereka bukan target market Anda, lepaskan. Jualan juga butuh Akhlak you know. Hehe Penjual yg benar selalu mendahulukan pelanggan. "Customer First", itu prinsipnya. B...